PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH
BAB V (HASIL DAN PEMBAHASAN)
Untuk memenuhi tugas Mata kuliah Metode Penelitian
Tahun Akademik 2013/2014
Dosen Pembimbing :Koekoeh Harjito, S.Kep.Ns, M.Kes
Semester V-B
Disusun oleh :Gisma Wandira (1102200106)
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANANPRODI KEBIDANAN KEDIRI
TAHUN 2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Disadari betapa rumitnya memahami dan mengerti, apalagi mengaplikasikan metode penelitian ilmiah lebih terasa dan terlihat pada peneliti yang melakukan penelitian untuk karya tulis mereka. Banyak buku-buku mengenai metode penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa inggris, namun terasa sulit untuk memahami danmengerti secara utuh dan menyeluruh karena memerlukan pengetahuan secara menyeluruh dari awal perencanaan hingga menyusun laporan akhir hasil penelitian tersebut. Dalam melakukan penelitian seseorang akan mengerti apabila disamping mengetahui teori dan konsep penelitian telah mencoba dan melakukan penelitian tersebut dengan awal hingga akhir dari suatu penelitian. Jika baru ikut sepotong-potong seperti mengumpulkan data, menganalisa, menyusun laporan dan sebagian lainnya belum akan mampu mengaplikasikan penelitian secara utuh.
Setelah melakukan sebuah penelitian, seorang peneliti tentunya akan menuliskan hasil penelitiannya. Sebelum penulisan dimulai, seorang peneliti harusnya mengerti terlebih dahulu tentang bagaimana cara penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan bernar. Untuk itu makalah ini dibuat dalam rangka pemahaman tentang bagaimana cara penyusunan karya tulis ilmiah yang sesuai dengan pedoman dan prosedur penulisan karya tulis ilmiah. Dengan harapan tercapainya suatu karya tulis ilmiah yang memuaskan.
1.2 RumusanMasalah
1.2.1 Bagaimana cara penulisan hasil penelitian?
1.2.2 Bagaimana cara penyajian data penelitian?
1.2.3 Bagaimana cara pembahasan hasil penelitian?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui cara penulisan hasil penelitian.
1.3.2 Untuk mengetahui cara penyajian data penelitian.
1.3.3 Untuk mengetahui cara pembahasan hasil penelitian.
II
PEMBAHASAN
2. 1. HASIL
Bagian ini merupakan inti sebuah laporan penelitian. Pada bagian ini pembaca akan dapat mengikuti dua hal pokok dari sebuah laporan hasil penelitian.
Gambaran umum penelitian yang telah dilaksanakan tanpa perlu mengulangi apa yang sudah di tulis di bagian materi dan cara kerja
Sajian data hasil penelitian. Gunakan tabel atau grafik untuk menyajikan data hasil penelitian
Karena bagian ini amat penting, apa yang disajikan di bagian ini akan merupakan sumbangan penelitian untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Di bagian sebelumnya ( Pendahuluan, Materi dan Metode ) penelitian menjelaskan tentang mengapa dan bagaimana hasil ini ditemukan, sedangkan di bagian selanjutnya (pembahasan) dijelaskan apa makna dari data yang telah disajikan di bagian ini. Jelaskan, keseluruhan makalah akan mengacu ke bagian ini. Oleh karena itu, “ bagian hasil” harus disajikan secara padat dan jelas.
Penulisan hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk tabel atau diagram. Pada penulisan hasil tidak diperkenankan untuk memberikan tanggapan, bagian ini hanya menyampaikan hasil data yang meliputi : data karakteristik umum responden dan data khusus yang menyangkut hal-hal yang diteliti.
Hasil bisa disajikan dalam bentuk tekstular, table, grafik atau gambar atau gabungan antara teks dan table, grafik atau gambar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bagi penelitian yang sifatnya analitik dilanjutkan dengan uji statistik yang sesuai.
2.2 PENYAJIAN DATA PENELITIAN
Cara penyajian data penelitian dilakukan melalui berbagai bentuk. Pada umumnya dikelompokkan menjadi tiga yakni penyajian dalam bentuk teks (textular), penyajian dalam bentuk table, dan penyajian dalam bentuk grafik. Secara umum penggunaan ketiga bentuk penyajian ini berbeda. Penyajian secara textural biasanya digunakan untuk data yang sudah diklasifikasikan dan di tabulasi. Tetapi apabila data akan diperlihatkan atau dibandingkan secara kuantitatif maka lebih baik disajikan dalam bentuk grafik. Meskipun demikian pada praktiknya ketiga bentuk penyajian ini dipakai secara bersama – sama karena memang saling melengkapi.
Penyajian secara textular adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk uraian kalimat. Misalnya : penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Penyajian data dalam bentuk table adalah suatu bentuk bentuk penyajian yang sistematik daripada data numeric, yang tersusun dalam kolom atau jajaran. Sedangkan penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian secara fisual. Penyajian hasil penelitian kuantitatif yang sering menggunakan bentuk table atau grafik.
Penyajian Dalam Bentuk Table
Berdasarkan penggunaannya table dalam statistic dibedakan menjadi dua yakni table umum dan table khusus. Table umum digunakan untuk tujuan umum, dan table khusus untuk tujuan tujuan khusus.
a. Table Umum
Yang dimaksud dengan table umum disini adalah suatu table yang berisi seluruh data atau variable hasil penelitian, oleh sebab itu sering juga disebut table induk. Pentingnya table ini adalah:
Menyajikan data aslinya, sehingga dapat dipakai untuk rujukan table khusus
Menjadi sumber keterangan untuk data asli
Sebagai penyusun table khusus
Karena itu table umum ini mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
Berisi keterangan beranekaragam tentang subyek yang sama atau berisi semua variable yang diteliti (data yang dikumpulkan)
Untuk data kuantitatif berisi angka absolut (bukan persentasae)
Berisi keterangan yang mudah dipakai untuk rujukan
Data yang dimasukkan masih mentah dan apabila data angka adalah nilai asli dan belum dibulatkan.
Pada saat ini dengan adanya komputerisasi pengolahan dan analisis data maka table umum ini jarang bahkan hamper sudah tidak digunakan lagi. Namun untuk penelitian dalam skala kecil dimana sarana untuk komputerisasi belum ada penggunaan table induk ini masih diperlukan.
b. Table Khusus
Table khusus merupakan penjabaran atau bagian dari table umum. Ciri utama dari table khusus adalah angka – angka dapat dibulatkan dan hanya berisi beberapa variasi saja. Gunanya table khusus ini antara lain untuk menggambarkan penyebaran atau distribusi suatu variable dan juga adanya hubungan atau asosiasi khusus dan menyajikan data yang terpilih dalam bentuk sederhana.
Penyajian Data Dalam Bentuk Grafis
Penyajian data secara fisual dilakukan melalui bentuk grafik, gambaratau diagram. Modifikasi bentuk penyajian data dengan grafik ini beranekaragam, antara lain :
Grafik atau diagram garis atau kurva
Diagram bar atau diagram balok
Diagram area atau diagram ranah
Pictogram
Histogram dan frekuensi polygon.
Ketentuan umum untuk membuat grafik atau gambar data antara lain :
judul grafik, diagram gambar atau skema harus jelas dan tepat. Judul terletak di atas gambar atau grafik dan menggambarkan ciri data, tempat dan tahun data tersebut diperoleh.
garis horizontal, garis horizontal maupun garis ventrikal sebagai koordinat harus diatas agar garis kurva tampak jelas.
Skala pada grafik atau gambar harus ada catatan tentang satuan yang dipakai misalnya tahun, hari, kilogram dan sebagainya.
Apabila data dari grafik atau gambar tersebut diambil dari sumber lain (bukan hasil penelitian sendiri) maka sumber data harus ditulis dibawah kiri grafik atau gambar tersebut.
2. 3. PEMBAHASAN
Materi yang disajikan di bagian ini tidak mudah untuk diberikan batasan. Oleh karena itu, bagian ini paling sukar dibuat. Banyak makalah hasil penelitian ditolak oleh editor karena kegagalan penulis mengembangkan bagian ini meskipun hasil penelitiannya valid dan menarik. Penolakan oleh editor juga sering terjadi karena penulis salah menginterpretasikan makna data hasil penelitian. Para penulis sering menulis bagian pembahasan terlalu panjang dengan kalimat-kalimat yang sukar dimengerti.
Bagian pembahasan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada pembaca makna tentang fakta-fakta yang merupakan hasil sebuah penelitian.
Materi pembahasan akan mempunyai nilai ilmiah jika bagian ini :
Mengandung penjelasan prinsip, hubungan dengan generalisasi hasil penelitian. Materi pokok bahasan tidak dapat dikembangkan hanya dengan merekapitulasi data hasil penelitian.
Menunjukkan pengecualian atau hasil yang tidak berhubungan atau ada hal-hal yang belum terselesaikan ( keterbatasan studi )
Menunjukkan bagaimana hasil penelitian ini sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya.
Membahas implikasi teoritis ataupun aplikasi praktis data temuan hasil penelitian.
Memberikan penjelasan tentang kesimpulan penelitian
Memberikan penjelasan secra ringkas setiap kesimpulan yang akan dibuat.
Pada bagian ini, peneliti mengemukakan dan menganalisis makna penemuan penelitian yang telah dinyatakan sebelumnya dalam hasil dan menghubungkannya dengan pertanyaan penelitian atau hipotesis. Setiap pernyataan harus jelas dan didukung oleh kepustakaan atau teori yang mendukung.
Pembahasan ditulis dan diuraikan setelah memaparkan hasil penelitian. Hasil dan pembahasan diawali dari variabel penelitian yang sesuai dengan kerangka konsep yang dibuat. Pembahasan bukan pengulangan hasil, tetapi membahas hasil. Pembahasan dilakukan secara internal (hubungan beberapa data/variabel) dan eksternal hubungan hasil penelitian dengan penelitian lain serta mengikuti teori yang ada dan berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan kelanjutan dari Proposal KTI. Isinya sama dengan proposal, namun ditulis setelah melakukan penelitian, sehingga ditambahkan kata pengantar, persembahan, biodata penulis, halaman pengesahan, abstrak, bab baru pada bagian isi yang terdiri dari bab hasil, bab pembahasan dan bab penutup, simpulan dan saran.
Hasil bisa disajikan dalam bentuk tekstular, table, grafik atau gambar atau gabungan antara teks dan table, grafik atau gambar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bagi penelitian yang sifatnya analitik dilanjutkan dengan uji statistik yang sesuai.
Pembahasan ditulis dan diuraikan setelah memaparkan hasil penelitian. Hasil dan pembahasan diawali dari variabel penelitian yang sesuai dengan kerangka konsep yang dibuat. Pembahasan bukan pengulangan hasil, tetapi membahas hasil. Pembahasan dilakukan secara internal (hubungan beberapa data/variabel) dan eksternal hubungan hasil penelitian dengan penelitian lain serta mengikuti teori yang ada dan berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar